Rabu, 02 Maret 2011

Jangan Telat Mengganti Oli

Oli sebagai pelumas mesin tentu mempunyai masa pakai yang terbatas. Ini disebabkan selama bekerja, oli tentu mengalami kondisi-kondisi seperti temperatur yang tinggi dan terkontaminasi dengan zat asing seperti aditif, kotoran (sludge), atau bahan lain. Satria F150 merupakan salah satu mesin dengan temperatur tinggi.

Temperatur tinggi paling banyak membuat oli mengalami oksidasi semakin besar. Pada setiap kenaikan suhu 10� C, oksidasi akan meningkat dua kali lipat.

Pada saat oli mengalami oksidasi, oksigen akan bereaksi dengan molekul-molekul pelumas dan menghasilkan asam dan lumpur oksidasi. Seperti yang telah kita ketahui, zat yang bersifat asam akan memicu terjadinya korosi. Sedangkan lumpur oksidasi menyebabkan viskositas oli jadi meningkat, tetapi viskositas indeksnya menurun. Pada tingkat yang cukup serius akan membuat oli jadi lebih kental dan pada kondisi dingin (awal) oli bisa sampai membentuk gel. Hal ini tentu akan menyulitkan ketika mulai menghidupkan mesin di pagi hari. Daya hantar panasnya juga mulai berkurang karena larutan pelumas sudah tak satu senyawa dengan ukuran partikel yang tidak sama lagi. Oleh sebab itu, oli perlu segera diganti.

Waktu Ganti Oli
Menurut beberapa mekanik bengkel, saat ganti oli yang tepat pada umumnya adalah 5.000 km untuk oli mineral, sedangkan untuk oli sintetik mempunyai masa pakai yang lebih panjang hingga tiga kali lipat. Ada satu hal yang perlu diketahui, bahwa untuk mengetahui saat yang lebih tepat mengganti oli adalah berdasarkan work hour (jam kerja) mesin, bukan jarak tempuh (mileage) mobil. Di kondisi jalan yang berat atau macet seperti lalu lintas Jakarta, mesin terus bekerja meskipun mobil tidak bergerak sehingga oli pun terus bekerja melakukan tugasnya. Jadi, bila kondisinya demikian saran dari mekanik bengkel di atas harus lebih diperhatikan.

Kental = Suara Mulus?
Ada pendapat yang mengatakan, bahwa semakin tinggi viskositas oli dapat membuat suara mesin semakin halus. Hal ini berdasarkan pemikiran, bahwa semakin kental larutan akan lebih solid dalam meredam getaran atau suara mesin. Namun dengan teknologi pelumas yang semakin maju, pemikiran seperti itu sudah mulai ditinggalkan. Hal ini disebabkan sudah adanya penambahan aditif langsung pada oli. Di antaranya adalah lapisan film yang dapat lebih melindungi permukaan logam mesin walaupun oli terbuat dari base oil yang relatif lebih encer.

Tren yang ada saat ini adalah oli yang mendukung efisiensi bahan bakar, penggunaan atau masa pakai yang lebih lama, sehingga menuntut produsen untuk menghasilkan oli dengan viskositas rendah. Misalnya saja dengan SAE 10W-30 atau SAE 15W-40 tetapi dengan lapisan film yang semakin tahan terhadap gesekan dan beban akibat kerja mesin.

Karburator, Busi, Koil

Pertanyaan dan jawaban seputar penggantian part untuk Suzuki Satria F150, tentang masalah karburator, busi, dan koil. Informasi ringan tapi cukup penting untuk kita pahami.


Pertanyaan

Aku punya Suzuki Satria F150 dan berencana ingin ganti karburator.

1. Apa karburator motor 2-tak bisa dipakai ke motor 4-tak? cocoknya pakai tipe apa?

2. Apakah main jet dan pilot jet-nya harus diganti sesuai dengan standarnya?

3. Katanya karbu tipe flat slide lebih bagus dari round slide?

4. Saya juga ingin ganti busi racing. Merek dan tipe apa yang cocok untuk motor saya?

5. Apakah dengan mengganti koil dengan punya Thunder 250 berpengaruh banyak pada pengapian?

Trims buanyak buat semuanya.

Saran & Solusi

1. Bisa
Karburator vakum standar F150 memang rada sayang untuk dijahili buat meningkatkan kecepatan.

Solusinya bisa memilih karbu motor 2-tak. Anda bisa lirik karbu milik Yamaha RX-King (Mikuni 26 mm), Suzuki RGR (Mikuni 26 mm) atau Honda NSR150R (Keihin 28).

Namun untuk kemudahan mencari komponen karbu, seperti spuyer dan harga yang terjangkau, ada baiknya pilih Mikuni 26 mm. Tf1.Mikuni.
Tinggal pasang dan mudah didapat

2. Bukan diganti sesuai dengan standarnya, tetapi settingan diatur sesuai kebutuhan motor.

Untuk itu Anda mesti riset sendiri, misalnya saat memilih spuyer.
Karena masih baru, coba pilih main jet 130 dan pilot jet 20 buat patokan. Lantas nyalakan mesin dan tes jalan.

Baca kondisi ruang bakar dari busi. Jika belum pas karena campuran terlalu kaya atau miskin, silakan naik-turunkan spuyer.

3. Karburator flat side (kotak) atau round slide (bulat) punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karbu kotak dikenal lebih presisi dalam menakar bahan bakar.

Lantas karena bentuk skep kotak, kebocoran dari samping kanan kiri skep lebih bisa diminimalisasi.

Kekurangannya, spare part sulit dicari. Sedang karbu bulat, onderdil dan pilihan nosel sangat mudah ditemui dan bervariasi.
Hanya untuk kepresisian agak di bawah kotak.

4. Busi dingin atau biasa disebut busi racing punya karakter melepas panas dengan cepat.
Cocok buat motor yang dibawa dalam kecepatan tinggi atau kondisi ekstrem secara terus menerus.
Nah apakah motor Anda dikendarai dalam kondisi seperti itu?

Jika tidak bakal percuma. Soalnya jika dipaksa ganti dengan tipe dingin, busi akan cepat mati.

Sayang uang Anda, apalgi busi dingin agak susah didapat dan harganya mahal.

Sekadar panduan, busi standar F150 yakni NGK CR8E atau Denso U24ESR-N. Jika mau yang dingin, pilih dengan kode angka lebih tinggi.

5. Koil saja tidak cukup. Karena masih ada CDI, aki atau kumparan yang menentukan besar kecilnya pengapian

Tips Ringan Atasi Mesin Berisik

Buat penyemplak Satria F150 mungkin pernah mengalami hal seperti ini, Mesin dirasakan berisik. kretek-kretek-kretek begitu bunyinya Bro. Nah, jangan panik bro! Ini masalah biasa, karakter mesin 4-tak ber-CC besar. Apalagi mesin satria kita berteknologi DOHC, Twin Cam, yang memiliki klep jauh lebih banyak dibanding mesin 4-tak biasa.

PERHATIAN :
Redaksi tidak bertanggung jawab atas hasil kerja yang dilakukan berdasarkan tips di bawah ini. Oleh karena itu tips di bawah ini lebih tepat dilakukan bersama dengan mekanik yang terlatih dan dipercaya.

Sebenarnya mesin berisik ada beberapa penyebab. Biasanya nih, mesin berisik disebabkan:

1. Katup yg berbunyi
2. Bunyi dari bagian piston
3. Bunyi dari bagian rantai timing
4. Bunyi dari bagian kopling
5. Bunyi dari bagian crankshaft
6. Bunyi dari bagian transmisi

Nah penyakit yang biasanya dihadapi satria FU 150 biasanya bersumber dari bagian rantai timing, bahasa umumnya rante keteng. Kenapa sih bisa bikin berisik? ya penyebabnya bisa karena rantainya sudah 'uzur' bin melar, sproket (gir)-nya aus, atau karena stelan rantainya tidak pas lagi alias perlu distel lagi kekencengannya.

Terus gimana sih solusinya nih? Males banget, motor keren eh bunyinya berisik banget. Huh!!!. Paniknya hati ini, melihat motor kesayangan bunyi mesinnya teriak2.

Sederhana sih solusinya, cukup dicek cam chain tension adjuster-nya bahasa gampangnya cek alat penyetel otomatis rante keteng. Cek apakah masih berfungsi atau tidak. Jika sudah tidak berfungsi maksimal ya memang musti diganti. Jadi ngak perlu asal claim minta diganti. Kalo masih berfungsi, artinya perlu distel lagi tuh tensioner!.

Ente pasti nanya deh, yakin tuh gara2 tensionernya yg gak bener? Logikanya sih gini bro. Motor kita ini baru, kemungkinan cacat produksi memang ada, namun itu sangat kecil kemungkinannya. Apalagi perusahaan sekaliber Suzuki, pasti ngak sembarangan membuat suatu produk. Minimal mereka telah menerapkan quality control setaraf 6 sigma, bahasa umum dikalangan specialist quality control. Jadi rantai timing - rante keteng- kendor alias melar bin uzur ataupun kasus sproketnya yang aus karena masa pakai harian

Udah percaya kan ente-ente?..

Tuh kan nanya lagi, Bos, gimana nih ngecek kl tensioner adjuster masih berfungsi baik? bener kan, pasti nanya.

Gini nih caranya:

1.. Buka Cam Chain Adjuster Tensioner dari tempatnya. Gunakan kunci no 8.
2.. Setelah dibuka, dengan menggunakan obeng ( - )masukkan ke dalam celah tegangan rantai cam dan putar searah jarum jam untuk mengendorkan tegangan, kemudian lepaskan obeng ( - ).
3.. Untuk memastikan gerakan batang penekannya, bila batang penekannya macet/mekanisme pegasnya rusak ya harus diganti penyetel tegangan rantai keteng dengan yang baru.

Jadi, ngak melulu tensioner adjusternya musti diganti, cek dulu masih bekerja atau tidak. Jika masih bekerja, tinggal menyetel ketegangan rantai cam yang sesuai. Kalo sudah tidak berfungsi barulah diganti. Untuk berbagai kasus, penggantian ini biasanya gratis, karena masih dalam masa garansi.

OK, sekarang katakanlah cam chain tensioner adjuster masih berfungsi. Cara memasangnya gimana nih, apakah tinggal pasang aja atau perlu perhatian khusus?

Berikut ini langkah-langkah yang kudu duperhatikan pada saat akan memasang kembali alat tersebut.

1.. Sebelum memasang, pastikan pegas penegang sudah dikunci. Caranya dengan obeng (-) putar searah jarum jam.

2.. Putar Crankchaft pada arah yang normal untuk menghilangkan kekendoran rantai antara crank sproket dan exhaust sproket.

3.. Setelah memasang cam chain tension adjuster, putar obeng (-) berlawanan arah jarum jam. Pada saat cam chain tension adjuster berputar batang penegang akan terdorong oleh daya pegas dan menekan cam chain tension adjuster yang sekaligus menekan rantai cam.

Nah, begitu bro inpo-nye...
Ente boleh coba sendiri, tapi sebaiknya didampingi mekanik yang berpengalaman.



Servis ? Nggak Usah Ke Bengkel!

Tak sedikit yang beranggapan, kalau teknologi motor semakin canggih, maka perawatannya juga bakal makin susah. Sehingga pemilik motor takut untuk melakukan tune-up sendiri (selepas garansi servis) dan harus dikerjakan oleh bengkel atau mekanik ahli. Padahal tidak juga lo. Misalnya Suzuki Satria F150 yang mesinnya dilengkapi teknologi DOHC (double overhead camshaft) plus oil cooler.



"Justru perawatannya lebih mudah dibanding motor 4-tak lainnya yang masih menganut sistem pelatuk pada klepnya, kayak Shogun," bilang Sofyan Sumarkoco, kepala mekanik Suzuki Margonda, Depok, Jabar. Misalnya mengenai clearance klep. Dalam periode tertentu, sekitar jarak tempuh 3.000 km, Shogun mesti dicek kerenggangan klepnya. Jika melebihi batas yang dianjurkan, wajib disetel ulang. Nah, untuk menyetelnya, tidak semua orang bisa. Apalagi jika gak punya special toolsnya (feeler gauge).

Sementara di Satria F150 tidak perlu. Soalnya, pada teknologi DOHC, kem langsung mendorong klep tanpa melalui pelatuk. "Antara klep dan kem diantarai shim. Sehingga kemungkinan celah klep renggang, sangat lama. Mungkin bisa di atas jarak tempuh 25 ribu km atau kira-kira 2 tahun. Dengan catatan sistem pelumasan baik," jelas Sofyan. Makanya, klep Satria F150 tidak punya setelan.

Mengenai perawatan lainnya, sama saja seperti motor-motor lain. Misalnya membersihkan karburator tiap kali ganti oli mesin (per 2.500 km). Itu bisa dikerjakan sendiri di rumah. Jadi enggak perlu ke bengkel! Prosesnya sami mawon kok dengan Shogun. Sekalian membersihkan filter udaranya yang terbuat dari busa (diganti tiap 20.000 km). Caranya cukup direndam bensin atau air sabun, lalu peras pakai satu tangan dan kemudian keringkan.



Selanjutnya mengecek kerenggangan rantai, dengan cara menekan rantai sebelah bawah pada bagian tengah (gbr.1). Jarak kerenggangan yang ideal antara sebelum dan sesudah ditekan adalah berkisar 1-1,5 cm. "Bila lebih atau kurang dari itu, segera atur ulang setelan kerenggangan rantai di ujung swing arm dekat as roda," saran Sofyan.



Item lain yang perlu dilakukan adalah membersihkan busi. Gunakan sikat kawat (jangan pakai ampelas) untuk membersihkannya (gbr.2). Oh ya, tiap jarak tempuh 8.000 km, busi wajib diganti agar performa dapur pacu tetap fit. Begitu pula dengan filter oli yang terletak di bak mesin kanan (diganti per 8.000 km berbarengan saat ganti oli mesin).



Cara menggantinya mudah kok. Tinggal buka baut cover oil filter pakai kunci 8 mm (gbr.3), lalu tarik filter oli yang lama keluar. Sebelum, saringan baru dipasang, bersihkan dulu endapan kotoran yang kemungkinan menempel di rumah filter pakai kain bersih.



Jarak main rem, baik rem depan maupun belakang juga harus diperhatikan. Bila terlalu dalam, segera setel ulang sesuai jarak ideal atau yang dianggap nyaman buat tangan dan kaki. Caranya tinggal menyetel baut penonjok master rem di pangkal tuas rem (gbr.4).

"Jangan lupa pula memeriksa baut-baut pegangan mesin, bodi, kaki-kaki dan sebagainya. Kencangkan secukupnya bila kendur," pesan Sofyan. DiC

Mosifikasi Honda CBR



















Selasa, 01 Maret 2011

Honda BeAT changed to Honda Icon




Honda Beat was overhauled by oriented Honda Icon from Thailand that is the lowrider look.
25/02/2011 10:45
So Honda Honda Beat Icon , Honda BeAT changed to Honda Icon
Photographers - M Lutfi Andika
Home modifications Tauco Custom Honda Beat 2009 residents change Bumi Serpong Damai (BSD). Motor overhauled by oriented Honda Icon from Thailand that is the look lowrider.Tidak many changes even though the color. Change only the spakbor front, the stern and rear spakbor merely follow the already taper style tail Tauco.Agar look more in line with taper design, then Topo use property stoplam Bajaj Pulsar. Other changes in the seat. Modified seat design with terpisah.Kaki-foot concept was replaced with a more robust with 12X3-inch size and covered with Swallow tires size 120/70/12 for the front. While on the back of 12X6-inch size that also covered Swallow tires sized congenital 140/70/12.Knalpot also be replaced with factory-style exhaust Tauco Custom handmade in the form of a triangle, but no less fierce sound when turned on.Honda BeAT changed to Honda Icon

All-new Honda CBR 250R 2011 diluncurkan




All-new Honda CBR 250R 2011
CBR 250R was launched at Hotel Mandarin Oriental, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Friday (25/02/2011).
26/02/2011 10:58
Launch Honda CBR 250R
Photographers - M Lutfi Andika
PT Astra Honda Motor (AHM) has finally launched their latest motor sport to the CBR 250R Indonesian two-wheeler market. All-new Honda CBR250R USD 39.9 million for non-ABS type and USD 46.5 million for the CBR250R optimistic ABS.Honda type will be accepted by consumers with good especially the lovers of two-wheeled motor sport air.Honda CBR 250R own land carrying the kitchen responsive pacemaker with CS250RE engine, liquid cooled, DOHC 4-stroke and single cylinder which has a net capacity of 249 cc and 76x55 bore and stroke, 10.7 compression ratio. The machine was coupled with 6 speed transmission and Honda's unique injection system, programmed fuel injection system (PGM-FI) which makes it environmentally friendly with emissions standards Euro2.
All-new Honda CBR 250R 2011

Modifikasi mesin ringan Honda CBR 150 R

Hari Jumat kemarin, 14 Desember 2007 saya masukkin motor Honda CBR 150 r saya ke Performa di Tomang, niatnya pertama cuman ganti olie sama tune-up, sekalian saya mau pasang pelat nomor di windshield karena udah 2 kali pernah ketangkep polisi, plus ada keluhan tentang rem yang kurang pakem, and rantai motor yang sekarang bunyi, padahal udah saya kencengin kok masih bunyi?

Sebelum kesana saya coba telepon dulu bro mosat temen dari cbrclub, untuk memastikan Jumat pas sholat apa bisa motor saya di kerjain disana? Ternyata bisa, baiklah langsung berangkat dari kantor di Mega Kuningan ke Tomang, sampai disana kebetulan pas aja bisa langsung dikerjain.


Untuk ganti oli dan tune-up sih biasa-biasa aja, rem yang kurang pakem juga ternyata kampas rem belakangnya aja yang udah tipis jadi mendingan sekalian diganti. Tapi untuk rantai, mekaniknya bilang rantai saya kering, jadi udah karatan! Dia ingetin saya untuk sering-sering minyakin rantai, per 3 hari sekali karena sehari saya jalan 30 km, waks! Ceritanya karena akhir-akhir ini sering turun hujan, maka rantai bisa ikut kotor dan bikin karatan... duh...

Selesai servis, saya satisfied karena komunikasinya baik dalam arti si mekanik ngejelasin sampai ke perawatan, termasuk bro Leo yang punya Performa-nya, dia kasih tahu banyak juga, dia juga turun sendiri setting dan nyobain motor setelah servis... ini baru namanya tanggung jawab dan quality control!

Jadi naksir barang-barang lain, maklum aja lama-lama kok rasanya akselerasinya CBR 150r ini masih kurang jadi mesti di dongkrak dikit lah. Tapi ndak mau sampai ganti knalpot racing dan si motor masih enak dikendalikan dalam macet-macet, bensin juga nggak bole sampe boros! :D

Keluarlah tawaran hop-up untuk harian dari Performa, leher knalpot ganti aja sama tsukigi Thailand, dengan tahanan yang lebih loss dari knalpot standard, tapi suaranya masih seperti knalpot standard. Selain itu ganti CDI standard dengan CDI step 1. Koil masih standard, termasuk main jet dan pilot jet nanti diliat aja apakah nembak/nggak.

Hasilnya MUANTAPSSS! enak banged tarikannya dan suaranya nggak keras, juga tendangan anginnya nggak sekeras kalo kita pakai knalpot racing bangsa DBS.

Untuk saya, ini enough banged! sekarang saya lagi bingung ngerem nih